Rabu, 13 Mei 2009

cerpen asoyyy

heeeeey guyyss fyi: gua udah baikan ama si bulu, peace ray :D
iya garagara yang tanggal 25 doang, gua minta maaf oyeaaah
mature enough, right? yeaaa right
jadiii, kmaren kmaren disuruh bikin cerpen gitukan sama
mrs. smoochie lucy ( bacanya : smuci luci)

trus dia muji gua gitu, ini nih yang bisa meneruskan bakat menulis -_-
gilaa ajaa, cerpennya gua ngasal ngasal begituh
tapi thankyouuuu buk muah muah cup cup cap cus

cerpennya :
Mati Satu Tumbuh Seribu

Suara keributan di luar kamar membuatku tersentak dari tidurku yang nyenyakku.Kutatap jam dinding,aku kaget setengah mati rupanya waktu sudah menunjukkan pukul 06.40 WIB.Ternyata aku kesiangan, wah, berabe, aku bisa terlambat ke sekolah. Apalagi ketika membayangkan wajah guruku yang garang sudah berdiri berkacak tonggang di depanku.
Aku langsung melompat dari tempat tidurku dan langsung menuju kamar mandi. Setelah selesai berpakaian, secepat kilat aku lari keluar kamar. Tanpa sempat sarapan lagi aku langsung menuju pintu luar, sesampainya di teras aku kaget karena kakiku menendang sebuah kotak. Ternyata itu sebuah kotak kado yang berukuran sedang.
Aku kaget, tapi karena harus bersekolah aku menaruhnya ke kamarku. Saat berada di sekolah aku tak bisa berkonsentrasi. Sial menimpaku bertubi-tubi. Dari di ruang fisika Pak Maman yang terkenal killer itu sampai bus yang aku tumpangi untuk pulang ke rumah.
Akhirnya aku berlari ke kamar, dan makan siang sambil menonton acara TV kesukaanku. Aku baru ingat, aku diberi tugas oleh Pak Maman.Lalu aku kerjakan tugas itu dengan malas – malasan. Aku bingung Kak Dochi, Mama, Papa kemana yaa? Perasaan dari tadi pagi aku sepi banget.
Lalu aku menelpon Mama, rupanya mereka pergi ke Bandung, karena ada yang meninggal. Mengapa aku tidak di ajak ke Bandung sih? Kan lumayan buat refreshing. HEBAT! Aku bisa sesuka hati di rumah. Masalahnya hanya satu, Mbok Payem pembantuku yang tidak bisa berbahasa Indonesia itu di rumah seharian.
Malam pun tiba, aku segera tidur dengan pulas. Paginya aku mau berangkat ke sekolah, untungnya Mbok Payem mengingatkanku bahwa hari ini libur. Akhirnya aku menelpon Alya, Ifa, Prilla, Rio & Adi untuk brsepeda. Kami pun bersepeda mengitari kompleks perumahan Alya.
Waktu menunjukkan pukul 14.00 siang, kami pun mencari warung untuk membeli minum, Alya menraktirku. Lalu pulang ke rumah masing – masing, waktu lagi buka facebook, Ifa menelpon, dia bercerita tentang Adi. Adi tidak mau menyentuh hp baru Ifa yang touch screen itu. Aku hanya tertawa mendengarnya.
Eh iya, aku baru ingat bahwa kado itu belum kubuka, jadi aku menceritakannya ke Ifa. Lalu Ifa berencana main ke rumahku. Saat aku melihat kartu di kado itu, tertulis nama Tami. Ya, namaku. Aku ingin segera membukanya tapi aku harus menunggu Ifa dulu. Dasar Ifa tukang ngaret!
Dia ngaret setengah jam, dia bilang ojeknya mogok di jalan. Yaudah ga mungkin aku patahin tangantukang ojek itu, karena kalau ku patahkan, aku akan masuk penjara, masuk neraka lagi kalau udah mati. Iih serem. Lalu kami memutuskan untuk membuka kado itu.
Kami tidak takut membuka kado itu, kalau pun isinya bom, bomnya pasti sudah rusak. Soalnya udah 2 hari di rumahku belum meledak-meledak. Aku membukanya dengan hati-hati bukannya takut isinya berbahaya, tapi karena bungkus kadonya bagus. Saat kado itu terbuka, aku kaget setengah hidup. Isinya BlackBerry Javellin!
Orang baik dari surga mana yang mau memberiku BlackBerry Javellin untukku? Astaga girangnya hatiku, melihat BlackBerry ku yang masih mengkilap. Aku tertawa melihat Ifa, dia hanya bengong dengan mata terpana ke BB baruku. Aku tidak menghiraukan siapa yang memberiku BB ini, intinya aku bahagia!
Lalu aku dan Ifa pergi ke Glodok untuk membeli kondom ungu tua untuk BBku. Lalu aku mentraktir Ifa eskrim goreng, saat asik-asik makan eskrim goreng, Ifa bercerita tentang Adi, Adi & Adi. Sampai panas telingaku mendengarnya, saat ifa asik berkwek-kwek tentang Adi, aku buka facebook di BB ku, suntuk sih dengerin Ifa ngomongin Adi terus.
Lalu kami pulang kerumah. Saat aku turun dari mobil, ada seorang cowok asing berdiri di depan rumahku. Dia menanyakan tentang kado itu, rupanya dia salah kirim. Rencananya itu ingin dia kasih ke pacarnya, Kak Tami tetanggaku. Rupanya dia salah menulis alamat rumahnya.
Dasar cowok rese! Kenapa mesti salah alamat sih?!?! Huh! Dengan sangat amat terpaksa ku kembalikan BB itu dan tentu saja kondom itu ku ambil. Lumayan buat kenang-kenangan. Besoknya aku menendang sebuah kado lagi, aku agak trauma dengan kado seperti itu. Jadi ku telantarkan saja kado itu.
Sampainya di sekolah, aku teringat kado itu terus. Jadi kuceritakan saja cerita itu kepada Ifa, Rani, & Zara. Mereka juga ikut-ikutan penasaran. Mereka ingin tahu apa isi kado itu, jadi waktu pulang sekolah mereka pengen ikut ke rumahku.
Saat di bus untuk ke kompleks ku, Ifa dan Adi berduaan. Aku dan Rani duduk berdua, sedangkan Zara dia lagi pdkt ama Hanan. Karena Zara pemalu, dia hanya ketawa-ketawa aja waktu Hanan merayunya. Sedangkan aku dan Rani, sibuk menebak-nebak isi kado itu.
Sesampainya di rumahku, si Hanan mengsms ku dia menanyakan nomer Zara. Zara pun tersipu malu dan ku kasih saja nomernya ke Hanan. Kami malah menggosip ria di kamarku. Untungnya aku teringat tentang kad itu, jadi kita mengalihkan pembicaraan ke kado itu.
Ranilah yang paling semangat ingin membuka kado itu, ya sudah ku buka saja kado itu, dan kali ini memang pelan-pelan karena aku takut trauma lagi. Isinya mengagetkanku, dan aku sangat suka kado yang satu ini dari pada kado BB jepelin itu.
Isinya tas yang berbentuk kepala panda beserta tangan & kakinya, lalu gantungan kunci panda, boneka panda, pensil panda. Aku suka sekali kado ini, dan aku sangat penasaran siapa yang memberiku ini. Lalu aku memakainya ke sekolah.
Banyak anak-anak yang menertawai ku karena serba panda, tapi aku tidak peduli yang penting aku merasa nyaman. Suka – suka mereka mau bilang apa aja. Pokoknya ga peduli dan sampai sekarang aku ga tau siapa yang mengasih aku serba panda.
Tau dari mana dia tau aku suka panda? Jangan jangan dia berniat meneror aku, tapi kalau meneror ngapain ngasih kado lucu-lucu begini?

alya: deidra
ifa:raysha
prilla:nurul
adi:iman
rio:ilham
zara:tiya
rani: diny
hanan: rahasia


oh iyaaa, besoknya langsung dia bacain gitu ke anak 7e
sumpaaaaaah, aneh

0 komentar: